Sobat Orthodontist sudah sering mendengar karang gigi? Nah, Karang gigi atau dalam istilah medis ini adalah kalkulus gigi sebenarnya kasus yang banyak dialami masyarakat, namun sayang kesadarannya masih minim..
Drg. Dhani Agustina Sp. Ort banyak menemui kasus kalkulus gigi dari remaja hingga dewasa, dari kondisi yang biasa sampai yang kondisinya perlu penanganan lebih kompleks.
Meski terlihat sepele, Kalkulus gigi atau yang lebih dikenal dengan karang gigi bisa menjadi awal berbagai masalah. Masalah yang kerap terjadi akibat Kalkulus Gigi yang dibiarkan, adalah kesehatan mulut yang serius. Karena itu, Sobat Orthodontist perlu mengetahui tentang pentingnya penanganan karang gigi.
Kalkulus gigi atau karang gigi adalah plak gigi yang kondisinya mengeras karena penumpukan sisa makanan serta bakteri yang tidak dibersihkan secara menyeluruh. Proses terjadinya karang gigi ini dimulai dengan plak yang menempel pada permukaan gigi.
Kemudian, plak ini mengeras akibat mineral dari air liur. Kalkulus gigi biasanya berwarna kuning kecokelatan, dan kadang kehitaman, serta sulit dibersihkan dengan sikat gigi biasa.
Menurut Drg. Dhani, banyak pasien yang sudah rutin periksa dan pembersihan karang gigi. Namun, ada sebagian datang ketika sudah mulai merasa terganggu karena kepercayaan diri menurun, atau menyebabkan bau mulut yang mengganggu.
Lalu, apakah Kalkulus Gigi harus mendapat penanganan? Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit secara langsung, karang gigi ini berisiko tinggi menyebabkan berbagai masalah kesehatan mulut, antara lain:
Oleh karena itu, Drg. Dhani menyarankan seluruh Sobat Orthodontist untuk membersihkan karang gigi secara rutin. Hal ini sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan mulut dan tubuh secara keseluruhan.
Prosedur untuk menghilangkan karang gigi ini cukup dikenal masyarakat, yakni Scaling Gigi. Proses ini harus dilakukan oleh dokter gigi yang menggunakan alat khusus, baik manual maupun ultrasonic scaler.
Scaling Gigi adalah prosedur atau tindakan yang bertujuan untuk membersihkan karang gigi di permukaan gigi maupun di bawah garis gusi. Proses dari scaling Gigi ini terbilang cepat dan tidak menyakitkan,
Pada kasus karang gigi yang terbilang parah, pasien akan merasa sedikit ngilu. Prosedur Scaling Gigi ini sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan sekali atau sesuai anjuran dokter gigi.
Sobat Orthodontist perlu mempertimbangkan banyak hal untuk menentukan biaya scaling gigi yang sesuai kebutuhan. Biaya scaling gigi sendiri bervariasi tergantung klinik dan lokasi. Umumnya, biaya Scaling Giigi berkisar antara Rp150.000 – Rp500.000 untuk satu kali perawatan.
Menariknya, scaling gigi ini ditanggung BPJS Kesehatan. Mengapa tindakan ini ditanggung BPJS Kesehatan? Sebab, ada penanganan yang berhubungan dengan medis [bukan estetika semata] .
Scaling Gigi ini ditanggung BPJS Kesehatan, asal dilakukan di faskes tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas atau klinik yang bekerja sama dengan BPJS. Namun, umumnya hanya diberikan jika terdapat indikasi medis seperti gingivitis atau infeksi gus, bukan untuk keperluan estetik. Sebaiknya, Sobat Orthodontist melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter gigi di FKTP agar mendapatkan rujukan atau informasi yang sesuai dengan kondisi Anda.
Tindakan Scaling Gigi juga bisa dilakukan di dokter gigi secar aumum, seperti praktik Drg. Dhani. Banyak juga pasien yang melakukan konsultasi terkait Kalkulus Gigi atau Karang Gigi ini.
Penting untuk diingat! Menunda membersihkan karang gigi akan memperbesar risiko masalah kesehatan di kemudian hari. Lakukan scaling gigi secara rutin (setiap 6 bulan), meski Anda tidak merasakan keluhan.
Semakin dini karang gigi dibersihkan, maka semakin mudah perawatannya dan terhindar dari risiko komplikasi keluhan lain. Jika Sobat Orthodontist belum pernah scaling atau sudah lama tidak konsul atau kontrol ke dokter gigi, maka ini saat yang tepat untuk jadwalkan pemeriksaan.
Jangan lupa, konsultasikan juga apakah perawatan yang dibutuhkan ini, bisa ditanggung oleh BPJS atau Sobat Orthodontist ingin memilih layanan umum di klinik gigi yang sesuai.
Jangan tunggu sampai nyeri, cegah sejak dini. Gigi sehat, hidup lebih nyaman!
-Belum ada diskusi di article ini-
Discussion
Pertanyaan dijawab oleh Dokter yang berkaitan