Apa yang ada di benak Sobat Orthodontist, ketika mendengar atau membaca kata “Ortodonti”? Mungkin terasa asing ya? Padahal, hal-hal ini berkaitan sekali dengan kehidupan kita. Apa sebenarnya Ortodonti ini? Drg. Dhani Agustina Sp. Ort akan berbagi informasi tentang ini.
Kita awali dari mengenal Ortodonsia (orthodontics), dimana istilah ini berasal dari bahasa Yunani orthos (benar/rapi) dan odont (gigi). Bidang ini merupakan cabang kedokteran gigi yang fokus pada pemeriksaan atau diagnosa, pencegahan, hingga perbaikan susunan gigi, termasuk rahang yang tidak teratur. Tujuan keilmuan ini adalah menghasilkan oklusi fungsional dan estetis.
Jadi, Ortodonti adalah bidang medis yang bertujuan untuk merapikan gigi, serta memberikan solusi atau terapi untuk kebutuhan aktivitas mulut seperti menggigit dan mengunyah dengan baik. Selain pengobatan atau terapi, Ortodontik juga berupaya melakukan pencegahan untuk kondisi rongga dan penyakit periodontal, yang bisa meningkatkan estetika dan kepercayaan diri .
Lalu apa bedanya dengan dokter gigi secara umum ya?
Dokter Gigi Umum (drg.) sendiri memiliki pendidikan dasar kedokteran gigi (5–6 tahun). Dokter gigi dapat melakukan tindakan standar seperti cabut, tambal, dan pembersihan, hingga perawatan ortodonti sederhana (plat lepasan atau fungsional).
Spesialis Ortodonti (drg., Sp.Ort.), seperti drg. Dhani ini, adalah spesialis yang telah menyelesaikan pendidikan tambahan khusus ortodonti setelah mendapat gelar drg. Spesialis Ortodonti, memiliki wewenang dalam melakukan perawatan ortodonti komprehensif. Aktivitas ini meliputi pemasangan behel (kawat gigi cekat), penggunaan aligner, hingga bedah rahang ortognatik untuk kasus yang kompleks.
.
Apa saja aktivitas perawatan mulut dan gigi yang harus dilakukan oleh dokter gigi (spesialis ortodonti)? Berikut hal-hal perawatan ortodonti yang perlu Sobat Orthodontist ketahui:
Pemasangan kawat gigi untuk tujuan medis, biasanya kebutuhan pembenahan rahan, struktur rahang, dan lain-lain (berdasar diagnosa). Spesialis Ortodonti Menggunakan bracket yang ditempelkan serta diikat dengan kawat, dimana karet elastis untuk merapikan gigi. Perawatan ini biasanya berlangsung 1 hingga 3 tahun, dengan kontrol rutin selama 2 - 6 minggu sekali .
Tindakan ini meliputi, alat yang berupa plat akrilik dan kawat. Dimana tindakan ini merupakan tindakan dengan part yang bisa dilepas-pasang dan diperuntukkan kasus ringan seperti diastema, crossbite ringan, atau ruang kecil.
Tindakan bedah yang dilakukan jika terdapat maloklusi skelet berat. Sebelum bedah, spesialis Ortodonti akan mengevaluasi posisi gigi sebelum dipasang. Tindakan bedah ini dilakukan dengan tujuan merapikan tulang rahang.
Sobat Orthodontist perlu memastikan beberapa hal, bila ingin menentukan kegiatan konsultasi atau pemeriksaan dengan spesialis ortodonti, seperti:
Adanya keluhan pada susunan gigi berjejal, maju, atau struktur terlalu renggang.
Mengalami keluhan, terkait gigitan tidak normal (maloklusi kelas II/III, crossbite, open bite).
Adanya kesulitan mengunyah atau berbicara.
Merasa ada masalah estetika yang merusak rasa percaya diri.
Mengalami kondisi orthodonti kompleks seperti gigi tertanam atau pertumbuhan rahang yang tidak seimbang
Idealnya, perawatan dengan spesialis ortodonti dimulai saat masa gigi campur (anak-anak remaja). Walaupun orang dewasa juga bisa menikmati manfaat estetika dan kesehatan, waktu yang tepat, bisa dimulai rutin kontrol di usia anak-anak remaja.
Bila masih ada keraguan pada Sobat Orthodontist, terkait “apakah saya perlu ke Spesialis Ortodonti?,” Drg. Dhani siap untuk malayani konsultasi, dan jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan dokter gigi sekitar ya!
Sekali lagi, Spesialis Ortodonti seperti drg. Dhani Agustina, Sp.Ort, adalah praktisi ahli yang tidak hanya memiliki keahlian gigi dan mulut secara general. Spesialis Ortodonti akan memahami dimensi estetika dan fungsi kesehatan mulut.
Dengan penanganan tepat dan konsultasi sejak dini, perawatan ortodonti dapat mengubah senyum dan kualitas hidup secara signifikan. Yuk, mulai rutin periksa dan rawat gigi dari sekarang!
-Belum ada diskusi di article ini-
Discussion
Pertanyaan dijawab oleh Dokter yang berkaitan