Bila diantara Sobat Orthodontist atau rekannya ada yang mengalami gigi renggang maka coba perhatikan ulasan kali ini. Gigi renggang atau diastema adalah kondisi ketika terdapat celah atau jarak antar gigi. Perlu diketahui, umumnya gigi renggang ini terjadi pada gigi depan bagian atas, namun bisa juga di bagian lain.
Adapun penyebab gigi renggang yang terjadi akibat beberapa faktor. Ada penyebab yang bisa kita hindari, dan ada penyebab yang butuh penanganan. Berikut penyebab Gigi Renggang yang perlu Sobat Orthodontist, sebagai berikut:
Faktor genetik
Gigi renggang terjadi karena bentuk rahang lebih besar dari ukuran gigi.
Kebiasaan buruk
Hal-ha yang sengaja dilakukan secara konsisten seperti mendorong gigi dengan lidah atau menghisap jempol.
Penyakit gusi (periodontitis)
Adanya penyakit pada gusi yang membuat gigi goyah dan bergeser.
Gigi Tanggal
Karena gigi tanggal atau lepas, membuat gigi lain bergeser untuk mengisi ruang kosong.
Pertumbuhan gigi
Adanya pertumbuhan gigi yang tidak rata sejak kecil.
Dalam berbagai perjalanan sesi konsultasi dr. Dhani, ada beberapa yang mengaitkan kondisi ini sebagai pertanda kesehatan yang lebih general.
Lalu, gigi renggang pertanda apa? Memang tidak bisa digeneralisasi atau dikelompokkan sebagai sebuah salah satu alasan, namun dalam beberapa kasus, gigi renggang bisa menjadi tanda adanya masalah gusi. Bukanlah kesehatan secara general, namun masalah gusi ini merupakan ketidakseimbangan rahang, atau kehilangan gigi penyangga. Jika muncul tiba-tiba pada usia dewasa, maka sebaiknya segera periksa ke dokter gigi atau orthodontist.
Sedang untuk pertanyaan ini, tentu ada kaitan atau alasannya. Pada sebagian orang, kondisi gigi bisa makin renggang seiring bertambahnya usia. Mengapa hal ini terjadi? Ada penyebab yang memengaruhi, antara lain:
Penyusutan tulang rahang dan gusi.
Gigi goyah, sebab berkurangnya jaringan penyangga.
Hilangnya gigi tanpa segera diganti.
Dari penyebab inilah Sobat Orthodontist bisa mengerti, bagaimana kondisi gigi renggang ini terbentuk. Bahkan ada beberapa pasien dr. Dhani membutuhkan layanan dan konsultasi lebih untuk beberapa kasus, seperti genetik hingga kondisi penyakit gigi yang membutuhkan penanganan.
Setelah mengetahui penyebabnya, maka Sobat Orthodontist bisa memilih penanganan yang tepat sesuai kondisinya. Penanganan gigi renggang sendiri, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Inilah beberapa cara yang umum dilakukan:
Behel (orthodontic treatment)
Behel ini sendiri, digunakan untuk merapatkan gigi.
Veneer
Veneer ini sedang banyak dibicarakan, dan ini kegunaan sebenarnya adalah untuk menutup celah kecil berdasar arahan dan hasil konsultasi dokter.
Crown atau implan
Tindakan inilah yang dibutuhkan ketika gigi hilang dan perlu diganti.
Perawatan penyakit gusi
Ketika gigi renggang disebabkan adanya penyakit gusi, maka butuh beberapa tindakan yang sesuai arahan dokter.
Adapun untuk biaya menutup celah gigi ini bervariasi, tergantung metode, layanan, hingga lokasinya. Adapun beberapa estimasi yang bisa dijadikan Sobat Orthodontist sebagai acuan, berikut beberapa estimasi biaya tindakan:
Bonding / tambal estetik: Rp300.000 – Rp1.000.000 per gigi.
Veneer komposit / porselen: Rp1.500.000 – Rp5.000.000 per gigi.
Behel gigi: mulai Rp7.000.000 – Rp20.000.000, tergantung jenis.
Sekali lagi, biaya menambal gigi ini dapat berbeda sesuai lokasi klinik dan kondisi gigi pasien. Jika Sobat Orthodontist memiliki masalah gigi renggang, maka segera konsultasikan dengan dokter gigi agar mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kebutuhan dan anggaran.
-Belum ada diskusi di article ini-

Discussion
Pertanyaan dijawab oleh Dokter yang berkaitan