Perlu Sobat Orthodontist ketahui, bahwasanya perawatan ortodonti pada anak bukan sekadar soal estetika, sebab berkaitan dengan mendukung fungsi gigi, rahang, dan kesehatan mulut secara menyeluruh. Kali ini kita akan membahas perbedaan dokter gigi dan orthodontist, hingga tahapan perawatan Orthodontist Anak.
Info terkait kapan idealnya anak diperiksa, serta estimasi biaya termasuk konsultasi dan pemasangan behel kali ini akan menambah referensi para orangtua untuk persiapan perawatan gigi anak.
Sebelumnya drg. Dhani pernah membahas ini, dan mari kita review ulang ya Sobat Orthodontist!
Dokter Gigi umum memiliki pendidikan dasar kedokteran gigi dan dapat menangani perawatan gigi & mulut umum, seperti pemeriksaan rutin, pembersihan (scaling), tambal gigi, pencabutan gigi, perawatan gusi, hingga perawatan ringan lain.
Apabila ditemukan masalah yang lebih kompleks, seperti posisi gigi yang tidak sejajar atau kelainan rahang, maka dokter gigi umum sering merujuk ke spesialis ortodonti atau Orthodontist.
Dokter gigi akan memberikan pelayanan awal dan merawat masalah gigi sehari-hari.
Orthodontist adalah dokter gigi yang telah mengambil pendidikan spesialis di bidang ortodonti, biasanya beberapa tahun setelah gelar dokter gigi umum untuk memfokuskan ke perbaikan posisi gigi & rahang.
Fokus utama Orthodontist adalah merancang rencana perawatan untuk memperbaiki maloklusi (gigi berjejal, gigi terbuka, overbite, underbite, dan kasus posisi rahang) menggunakan behel, aligner, retainer, dan alat ortodontik lainnya.
Orthodontist juga memiliki pengalaman dan keahlian lebih dalam perubahan posisi gigi dibandingkan dokter gigi umum, terutama pada kasus yang kompleks. Semua orthodontist adalah dokter gigi (dimana mereka melewati pendidikan dokter gigi terlebih dahulu), tetapi tidak semua dokter gigi menjadi orthodontist.
Salah satu kasus gigi pada anak, ada yang memerlukan peran Orthoodntist Anak. Perawatan apa saja yang bisa dilakukan orthodontist untuk keluhan gigi pada anak? Berikut beberapa prosesnya:
Berikut langkah umum yang biasa dilalui ketika anak menjalani perawatan ortodonti [Orthodontist Anak]
Konsultasi & pemeriksaan awal
Orang tua dan anak bertemu orthodontist anak, dimana.dokter akan menanyakan riwayat kesehatan gigi, kebiasaan mulut (misal: isap jempol, dorong lidah, napas lewat mulut), hingga keluhan (sulitan menggigit, berbicara).
Diagnostik & foto penunjang
Pemeriksaan klinis akan dilakukan, termasuk pemotretan foto intraoral & ekstraoral, rontgen panoramik dan cephalometric (hal ini dilakukan untuk melihat struktur rahang & pertumbuhan tulang).
Cek Model gigi / cetakan / scan digital
Proses membuat model gigi (cetak plaster) atau scan digital untuk merancang alat (behel atau aligner).
Analisis & rencana perawatan
Orthodontist anak akan merencanakan bagaimana memindahkan gigi, apakah perlu ekstraksi gigi, penggunaan alat bantu rahang, durasi perawatan, dan kontrol berkala.
Persiapan mulut & tindakan penunjang
Jika ada kondisi gigi berlubang, penyakit gusi, atau karies, tindakan seperti tambal, scaling, atau pencabutan gigi mungkin harus dilakukan terlebih dahulu agar kondisi mulut sehat sebelum behel dipasang.
Pemasangan alat ortodontik (behel / aligner)
Setelah kondisi mulut siap, alat dipasang atau aligner mulai digunakan sesuai rencana dan kebutuhan.
Kontrol & penyesuaian rutin
Proses ini biasanya setiap 3 s.d 6 minggu, orthodontist anak akan mengevaluasi kemajuan, mengencangkan kawat, mengganti alat, atau mengatur ulang tekanan yang diberikan.
Evaluasi akhir & pelepasan alat
Ketika gigi sudah berada pada posisi ideal, behel dilepas. Dokter akan memeriksa kestabilan dan melakukan retensi (retainer) agar gigi tidak kembali ke posisi semula.
Retensi & monitoring pasca-behel
Pemakaian retainer (bisa lepasan atau tetap) dan kontrol berkala selama beberapa tahun untuk menjaga hasil perawatan.
Perlu Sobat Orthodontist ketahui, bahwa durasi tiap tahapan bisa berbeda-beda tergantung usia anak, kondisi gigi awal, dan kepatuhan anak mengikuti instruksi kontrol & kebersihan.
Mengetahui momen yang tepat sangat penting agar perawatan gigi anak bisa lebih efektif dan komplikasi bisa dicegah. Berikut panduan, kapankah anak harus ke dokter gigi?
Usia evaluasi awal
Usia pemeriksaan gigi anak untuk diperiksa ke orthodontist, bisa dimulai sejak usia sekitar 7 tahun sebagai evaluasi awal, terutama bila muncul gejala tertentu.
Tanda-tanda yang sebaiknya diperiksa ke orthodontist:
- Gigi berjejal atau susunan gigi tidak sejajar
- Gigi depan menonjol (overjet)
- Gigitan terbuka (open bite) atau gigi tidak saling mengatup
- Kesulitan menggigit atau mengunyah
- Bernafas lewat mulut secara terus-menerus
- Kebiasaan buruk seperti isap jempol, dorong lidah
- Pergeseran gigi setelah gigi tanggal secara alami
Jika ditemukan salah satu tanda tersebut, Sobat Orthodontist perlu segera melakukan konsultasi sebelum kondisi anak memburuk.
Dengan evaluasi dan pemeriksaan se dini mungkin, beberapa kasus ringan bisa ditangani lebih mudah atau dipantau terlebih dahulu sehingga intervensi besar mungkin bisa dihindari atau dikurangi. Pastikan Sobat Orthodontist melakukan konsultasi terlebih dahulu untuk mengetahui proses perawatannya.
Adapun rringkasan estimasi biaya di Indonesia, untuk informasi biaya di wilayah Surabaya dan skeitarnya, Sobat Orthodontist bisa hubungi kami atau praktik drg. Dhani untuk detailnya ya!
Biaya Konsultasi & Pemeriksaan Awal
Biaya konsultasi dokter ortodonti umumnya di kisaran Rp 300.000 s.d Rp 500.000 per sesi. Untuk biaya periksa gigi di rumah sakit atau klinik untuk konsultasi & pemeriksaan dasar berkisar Rp 150.000 s.d Rp 350.000 (belum termasuk tindakan)
Untuk di klinik umum sendiri, biaya pemeriksaan gigi bisa antara Rp 110.000 s.d Rp 280.000 tanpa tindakan lanjut.
Biaya Behel Anak / Alat Ortodontik
Biaya pemasangan behel ini sangat bervariasi tergantung jenis behel, kompleksitas kasus, lokasi klinik, dan fasilitas tambahan. Berikut beberapa kisaran:
Behel logam (konvensional): mulai sekitar Rp 4.000.000 di klinik dasar.
Behel keramik: sekitar Rp 7.000.000 – Rp 9.000.000 di klinik swasta.
Behel lingual (memasang kawat di bagian dalam gigi): mulai dari Rp 20.000.000 atau lebih.
Behel self-ligating / Damon: bisa dalam rentang belasan juta rupiah tergantung bahan & kompleksitas.
Aligner / behel transparan: tergantung jumlah tray & kondisi, bisa sangat mahal untuk kasus kompleks.
3. Biaya Tambahan yang Perlu Dipertimbangkan
Biaya kontrol / kunjungan rutin: tiap sesi bisa ada biaya tambahan (tergantung kebijakan klinik)
Biaya rontgen tambahan (panoramik / cephalometric)
Biaya perawatan pendukung (scaling, tambal, pencabutan) jika diperlukan
Biaya perawatan atau perbaikan alat (jika bracket lepas, kawat patah)
Retainer pasca-behel
Perlu diingat ya Sobat Orthodontist, estimasi di atas hanya acuan. biaya di kota besar, klinik premium, atau spesialis yang sangat terkenal bisa jauh lebih tinggi. Selalu tanyakan secara transparan kepada klinik mengenai apa saja yang termasuk dalam paket (instalasi, kontrol rutin, rontgen, alat tambahan, dll).
Pilih klinik / orthodontist yang tepercaya dan berpengalaman, terutama yang memiliki spesialis ortodonti resmi. Pastikan dan tanyakan paket lengkap: apa saja yang termasuk (konsultasi, rontgen, pemasangan, kontrol rutin) agar tidak ada biaya tersembunyi.
Sobat Orthodontist juga berhak meminta rencana perawatan tertulis yang menunjukkan estimasi durasi, jumlah kontrol, jenis alat yang digunakan. Pastikan pula fasilitas dan kebersihan klinik memadai, serta ramah terhadap anak agar prosedur tidak menakutkan.
Pantau kebersihan mulut anak selama perawatan, sikat gigi & floss khusus behel, hindari makanan keras/lengket. Jangan tunda pemeriksaan jika ada tanda awal, semakin dini diketahui, kemungkinan perawatan menjadi lebih sederhana dan biaya bisa ditekan.
-Belum ada diskusi di article ini-

Discussion
Pertanyaan dijawab oleh Dokter yang berkaitan